• Sabtu, 25 Juni 2022

Khazanah Islam: Orang Sabar Dan Balasan Dari Yang Maha Esa

- Kamis, 2 September 2021 | 06:20 WIB
ilustrasi orang sedang shalat (instagram/@tarikhislam)
ilustrasi orang sedang shalat (instagram/@tarikhislam)

TIPOLOGI.COM - Umumnya manusia selalu dibersifat terburu-buru dan tidak menyadari bahwa yang terjadi adalah atas kehendak-NYA. Maka kita sangat buruk dalam menghadapi musibah. Karena kita terkadang bersifat seperti Tuhan dan mendahului ketentuan serta menyesali ketentuan yang telah Allah SWT. Berikan.

Dikisahkan dalam Kitab Daqaiqul Akbar. Dari Ibnu Abbas ra. Nabi Muhammad Saw. Bersabda, bahwa kalimat yang pertama kali ditulis dengan pena di Lauh Mahfuzh atas perintah Allah adalah :

"Sesungguhnya Aku ini Allah. Tiada Tuhan Selain Aku. Muhammad adalah hamba dan Rasullull-Ku yang telah Aku pilih dari sekian banyak mahluk-Ku. Barangsiapa rela dengan ketentuan-Ku, bersabar atas segala cobaan-Ku dan senantiasa bersyukur atas nikmat-nikmat-Ku, niscaya Aku akan mencatatnya sebagai orang yang ikhlas dan jujur. Pada hari kiamat kelak, Aku akan membangkitkannya bersama orang-orang yang ikhlas dan jujur. Barangsiapa tidak rela dengan ketentuan-KU tidak bersabar atas cobaan-ku dan tidak mau bersyukur atas nikmat-nikmat-ku, maka kehendaklah ia keluar dari bawah kolong langit-Ku dan mencari Tuhan selain aku,"

Dari hadits diatas, kita bisa membela diri seperti apa. ? Maka renungankanlah apa yang telah kita kerjakan dan dengarkanlah keangkuhan hati kita yang seolah-olah paling benar, paling kuat dan paling maha dalam sesuatu hal. Karena kita pada umumnya akan tidak bersabar dalam menghadapi sesuatu maka segeralah bertobat karena hidup ini tidaklah lama melainkan hanya sebentar saja. Jangan jadikan kita hamba yang menangis dalam kekufuran.

Alangkah ruginya kita, menghadapi kehidupan sehari-hari dibarengi dengan sifat congkah dan takabur. Teruatama soal cobaan duniawi, kita sering kali dihadapkan dengan kekurangan atau kelebihan harta, maka seoalah-olah kita menganggap Allah tidak ada atau tidak memperhatikan kita.

Kenapa, karena kita dihadapkan dengan kelebihan saja begitu kufurnya kita, apalagi dengan kekurangan. Seolah-olah kita mendapatkan harta itu sendiri bukan dari pemberian dan bila kita sedang dihadapkan dengan kekurangan seolah-olah Allah tidak adil, padahal jika kita kaji lebih dalam, nikmat Allah tidak akan terhitung.

Cobalah biasakan berusaha sabar dan kembalikan semuanya kepada Sang Maha memiliki, Sang Maha Kaya. Maka InsyaAllah kita akan terhindar dari kekufuran. Bersabarlah atas segala sesuatu yang baik ataupun yang buruk.

Berkenaan dengan hadits diatas, al-Faqih Abu Laits ra. menjelaskan, "Bersabar ketika mendapat cobaan dan senantiasa ingat kepada Allah ketika ditimpa musibah hukumnya wajib bagi setiap anak Adam. Karena dengan mengingat Allah pada keadaan tersebut, menandakan ia rela dengan ketentuan Allah dan membenci setan".

Selain itu, Ali Bin Abi Thalib ra juga pernah berkata " Sabar itu ada tiga macam. Pertama, sabar dalam ketaatan kepada Allah. Kedua sabar dalam meninggalkan kemaksiatan. ketiga, sabar atas musibah. Barang siapa yang bersabar menjalankan ketaan, Allah akan memberinya seratus derajat yang setiap derajatnya sejauh langit dan bumi. Barangsiapa bersabar dalam menjauhi kemaksiatan, Allah akan memberinya 600 derajat pada Hari Kiamat kelak, yang setia derajatnya sejauh langit dan bumi. Barang siapa bersabar atas suatu musibah, Allah akan memberinya pahala yang tak terhingga jumlahnya."

Halaman:

Editor: Abdul Rosid

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X