• Sabtu, 25 Juni 2022

Chip Perusahaan AS Ada di Peralatan Militer Rusia, FBI Cari Dalangnya!

- Minggu, 19 Juni 2022 | 12:30 WIB
Chip Perusahaan AS Ada di Peralatan Militer Rusia, FBI Cari Dalangnya. (Pixabay/DimitroSevastopol)
Chip Perusahaan AS Ada di Peralatan Militer Rusia, FBI Cari Dalangnya. (Pixabay/DimitroSevastopol)
TIPOLOGI.COM - Hal mengejutkan terjadi ketika chip komputer buatan perusahaan AS ditemukan di peralatan militer Rusia.

Hal tidak terduga ini membuat pertanyaan besar, perusahaan mana yang membangkang.

Setelah mendengar kabar ini, FBI segera melakukan penyelidikan dan mencari pembisnis yang melakukannya.

Seperti dikutip dari PikiranRakyat.com berjudul "Chip Perusahaan AS Ditemukan dalam Peralatan Militer Rusia, FBI Segera Selidiki Pebisnis yang Bangkang" pada Sabtu, 18 Juni 2022.
 
Baca Juga: Putin Sebut Amerika Serikat dan Barat akan Hancur Tanpa Rusia, Kenapa?

(Secara tidak terduga, chip komputer buatan Amerika kabarnya ditemukan di peralatan militer Rusia di Ukraina.

FBI dan Departemen Perdagangan AS segera meluncurkan penyelidikan atas klaim yang dilaporkan Washington Post pada Rabu, 17 Juni 2022 itu.

Agen pemerintah AS telah mengunjungi perusahaan dan bertanya soal kronologi komponen mereka bisa sampai di radar, drone, tank, kontrol darat, dan sistem senjata Rusia lainnya.

“Tujuan kami adalah untuk betul-betul mencoba melacaknya kembali sampai ke pemasok AS, dan mencari tahu bagaimana ia menemukan jalannya hingga ke dalam sistem senjata (Rusia),” kata seorang pejabat Departemen Perdagangan, dikutip Pikiran-Rakyat.com dari Russia Today.
 

Seperti diketahui, menyusul invasi Moskow di Ukraina, AS dan sekutunya melarang penjualan chip komputer ke perusahaan pertahanan Rusia dan membatasi pengiriman ke pembeli dari negara itu.

Langkah ini semakin memperketat pembatasan yang telah diterapkan pada tahun 2014, setelah reunifikasi Krimea dengan Rusia.

Sebelum konflik, chip dasar dapat dijual ke pembeli Rusia tanpa batasan. Sedangkan untuk mendapatkan produk yang lebih canggih mengharuskan eksportir lebih dulu memperoleh lisensi khusus dari Pemerintah AS.

Meski akan menindak tegas, tim penyidik menyanggah mereka akan menelanjangi perusahaan secara menyeluruh.
 
Baca Juga: Nekat Bantu Ukraina, Presiden Rusia Peringatkan AS dan Inggris dengan Serangan Nuklir

Penyelidikan dipastikan hanya bersinggungan soal chip perusahaan yang ditemukan dalam sistem senjata Moskow.

“Hanya karena chip perusahaan tidak lantas kami selidiki semuanya tentang mereka. Kami hanya menyelidiki bagaimana proses chip perusahaan itu masuk ke sistem senjata,” ujar pejabat anonim itu.

Tim penyidik diketahui banyak bertanya soal daftar pembeli produk dari perusahaan teknologi terkait. Termasuk juga perantara yang mungkin terlibat dalam rantai pasokan.

Penyelidikan federal mengikuti laporan oleh LSM dan think tank di AS, Inggris, serta beberapa negara lain.
 
Baca Juga: Satu Keluarga Terjatuh ke Sungai Cimandiri Sukabumi, Kontraktor Ganti Rugi dengan Belikan Motor Baru

Kedua badan itu mengklaim bahwa chip komputer buatan Barat, termasuk Amerika, telah ditemukan di perangkat keras militer Rusia di Ukraina.

Tak hanya itu, sebelumnya pada Mei, Tim Penelitian Persenjataan Konflik (CAR) juga mengklaim telah menemukan komponen dari 70 perusahaan AS dan Eropa di peralatan Rusia.

Diketahui beberapa chip diproduksi sebelum 2014 namun ada juga yang lebih baru hingga akhir 2020.

Adapun menurut laporan kelompok lobi Royal United Services Institute, produk dari perusahaan seperti Intel, Analog Devices, Texas Instruments, dan Onsemi telah digunakan oleh angkatan bersenjata Rusia dan negara-negara lain.***Siti Aisah Nurhalida Musthafa/PikiranRakyat.com)
 

Editor: Ba Tanti

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X