• Senin, 15 Agustus 2022

Putin Sebut Amerika Serikat dan Barat akan Hancur Tanpa Rusia, Kenapa?

- Sabtu, 4 Juni 2022 | 16:30 WIB
Putin Sebut Amerika Serikat dan Barat akan Hancur Tanpa Rusia, Kenapa? (Pixabay/ DimitroSevastopol)
Putin Sebut Amerika Serikat dan Barat akan Hancur Tanpa Rusia, Kenapa? (Pixabay/ DimitroSevastopol)

TIPOLOGI.COM - Perang antara Rusia dan Ukraina masih berlangsung dan belum muncul tanda-tanda perdamaian.

Amerika Serikat dan Barat secara terang-terangan mengutuk perilaku Rusia.

Kini Presiden Rusia, Vladimir Putin sebut Amerika dan Barat akan hancur tanpa Rusia, kenapa?

Baca Juga: Lowongan Kerja PT TJB Power Services Juni 2022, Posisi Material Handling Operator dan Electrical Technician

Seperti dikutip dari PikiranRakyat.com berjudul "Putin: Amerika dan Barat akan Hancur Tanpa Senjata dan Militer Rusia" pada Sabtu, 4 Juni 2022.

Para pejabat di Brussels telah berulang kali menyalahkan Moskow sebagai penyebab melonjaknya biaya energi dan makanan.

Sementara secara bersamaan, negara-negara Barat membekukan proyek energi bersama Rusia-Eropa dan menolak pengiriman gas dan minyak Rusia.

Baca Juga: Kode Redeem FF dan Caranya, Berhadiah Item Keren dan Gratis!

Pada Jumat, 3 Juni 2022, UE secara resmi menyetujui paket sanksi keenam yang baru, yang mencakup rencana untuk secara bertahap menghentikan pembelian minyak mentah Rusia.

Rusia menilai jika hal itu sebagai bentuk kepicikan para politisi Eropa yang justru memicu krisis energi.

Dengan kondisi tersebut, Presiden Rusia, Vladimir Putin mengatakan siap mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mengatasi krisis pangan global.

Baca Juga: Cek Fakta, Stefan Willian Meninggal Dunia Akibat Kecelakaan

"Kami melihat upaya untuk mengalihkan kesalahan atas apa yang terjadi di pasar makanan di Rusia. Tetapi, ini adalah upaya untuk menyalahkan orang lain," kata Putin dalam sebuah wawancara dengan Rossiya-1 pada Jumat, 3 Juni 2022 seperti dikutip Pikiran-Rakyat.com dari Sputnik.com.

Dia ingat bahwa bertentangan dengan klaim politisi Barat, masalah di pasar makanan global dimulai selama pandemi Covid-19, jauh sebelum Rusia memulai operasi militer khusus di Ukraina.

Putin juga menyarankan bahwa peran Ukraina sebagai pengekspor komoditas pangan tidak sepenting yang dibuat oleh Barat.

Baca Juga: Iis Dahlia Dapat Warisan Dari Krisdayanti, Begini Reaksi Aurel Hermansyah!

"Dunia memproduksi sekitar 800 juta ton biji-bijian dan gandum per tahun. Sekarang kita diberitahu bahwa Ukraina siap mengekspor 20 juta ton. 20 juta ton dibandingkan dengan 800 juta ton yang dibuat dunia adalah 2,5 persen dari angka itu," katanya.

"Tapi, jika kami melanjutkan dari fakta bahwa gandum hanya menghasilkan 20 persen dari total pasokan makanan (dan ini adalah kenyataan, ini bukan angka kami tetapi angka PBB) ini berarti bahwa 20 juta ton gandum Ukraina membuat 0,5 persen," kata dia.

Dia menambahkan bahwa angka 20 juta ton ini adalah angka ekspor potensial, dengan kemampuan nyata Kiev hari ini di bawah itu.

Halaman:

Editor: Ba Tanti

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X