Pengurus Ponpes Moderen di Kadomas-Pandeglang Diduga Aniaya Santri Hingga Babak Belur

- Rabu, 24 November 2021 | 23:48 WIB
RN korban dugaan penganiayaan oleh oknum Pengurus pondok pesantren Kun Karima Pandeglang (Kloase/Tipologi.com)
RN korban dugaan penganiayaan oleh oknum Pengurus pondok pesantren Kun Karima Pandeglang (Kloase/Tipologi.com)

TIPOLOGI.COM - RN salah seorang santri diduga menjadi korban penganiayaan oleh oknum pengurus Pondok Pesantren Kun Karima di Kadomas, Pandeglang Banten.

Peristiwa tersebut viral di media sosial (Facebook), setelah kaka korban memposting foto adiknya melalui akun sosed (Lyani Dita) pada Rabu 24 November 2021 malam.

Dalam postingannya, Dita kaka koban memberikan keterangan bahwa, adiknya telah menjadi korban penganiayaan oleh oknum dan seniornya di Pondok Pesantren Kun Karima.

Baca Juga: Laga Uji Coba Piala AFF 2020: Timnas Indonesia Berpeluang Menang Lawan Myanmar

Ironisnya, kata Dita dalam postingannya, pihak ustad di Pondok Pesantren Kun Karima justru membela pelaku.

Untuk menutupi aksi berutal oknum pengurus tersebut, sang adik, lanjut Dita, sempat disembunyikan agar pihak keluarga tidak mengetahuinya.

Baca Juga: Viral! Beredar Video Mesum Pasangan Anak Muda di Kota Serang

"Ya Allah kelakuan anak pesantren engga ada akhlak sama sekali, sampai adik saya kaya gini, terus ustad malah ngebela si pelaku, bisa-bisanya adik saya sampai diumpetin biar keluarga engga tau @pesantrenkunkarima)," tulis Dita dalam keterangan unggahannya yang  dikutip Tipologi.com Rabu 24 November 2021 malam.

Posting Lyani Dita yang mengetahui adiknya dianiaya oknum pengurus Pondok Pesantren Kun Karima
Posting Lyani Dita yang mengetahui adiknya dianiaya oknum pengurus Pondok Pesantren Kun Karima (Facebook)

Tak terima adiknya dianiaya hingga bonyok, lanjut Dita dalam komentarnya, pihaknya pun sudah melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.

Baca Juga: Profil dan Biografi Prof Dr HM Rasjidi, Menag Pertama RI yang Mahir Berbagai Bahasa dan Menulis Puluhan Buku

"Sudah dilaporkan ke pihak berwajib," tulis Dita.

Posting tersebut mendapatkan respon dari para netizen. Salah satunya pemilik akun (Nurulhikmah Mojang Menes) mendukung bahwa aksi penganiayaan harus disegera dilaporkan ke polisi.

"laporin aja ponpes nya ke pihak yg berwajib itu mh udh termasuk tindak pidana kekerasan dan penganiayaan  biar pengurus ponpes nya bertanggungjwb tuman," tulisnya.

Halaman:

Editor: Abdul Rosid

Tags

Terkini

Terpopuler

X