• Senin, 8 Agustus 2022

Cuaca Ekstrem, Sebagain Besar Indonesia diprediksi akan Terjadi Hujan Lebat, Angin Kencang, Gelombang Tinggi

- Selasa, 14 September 2021 | 10:08 WIB
ilustrasi hujan
ilustrasi hujan

 

Tipologi.com - Cuaca ekstrim kembali akan melanda sebagian besar wilayah Indonesia pada sepekan kedepan 13-20 September 2021. Dari yotal 342 Zona Musim (ZOM) di Indonesia, sesuai aturan prediksi Agustus lalu, sebanyak 14,6 persen akan mengawali musim hujan maju di bulan September 2021.

Yang mana musim hujan tersebut diperkirakan akan meliputi wilayah Sumatra bagian tengah dan sebagian Kalimantan. Kemudian 39,1 persen wilayah pada Oktober 2021, meliputi Sumatra bagian selatan, sebagian besar Kalimantan, Sulawesi, Jawa, dan Bali. Sementara itu, sebanyak 28,7 persen wilayah lainnya pada November 2021, meliputi sebagian Lampung, Jawa, Bali - Nusa Tenggara, dan Sulawesi.

Baca Juga :Baca Juga: Prediksi dan Link Streaming Manchester United Vs Young Boys Malam Ini 14 September 2021

Maka Jika dibandingkan terhadap rerata klimatologis, awal musim hujan pada periode 1981-2010, maka awal musim hujan pada 2021/2022 di Indonesia diprakirakan maju pada 157 ZOM (45,9 persen), sama dengan rerata klimatologisnya pada 132 ZOM (38,6 persen), dan mundur pada 53 ZOM (15,5 persen).

Untuk hujannya sendiri selama musim 2021/2022, diprakirakan normal atau sama dengan rerata klimatologisnya pada 244 ZOM (71,4 persen), sejumlah 88 ZOM (25,7 persen) akan mengalami kondisi musim hujan atas normal (lebih basah dari biasanya) dan 10 ZOM (2,9 persen) akan mengalami musim hujan bawah normal.

Untuk potensi cuaca, Fenomena Madden Julian Oscillation (MJO), gelombang Rossby Ekuatorial, dan gelombang Kelvin terpantau aktif di wilayah Indonesia hingga seminggu ke depan. MJO, gelombang Rossby Ekuatorial, dan gelombang Kelvin adalah fenomena dinamika atmosfer yang mengindikasikan adanya potensi pertumbuhan awan hujan dalam skala yang luas di sekitar wilayah aktif yang dilewatinya. Fenomena MJO dan gelombang Kelvin bergerak dari arah Samudra Hindia ke arah Samudra Pasifik melewati wilayah Indonesia dengan siklus 30-40 hari pada MJO, sedangkan pada Kelvin skala harian.

Sebaliknya, Fenomena Gelombang Rossby bergerak dari arah Samudera Pasifik ke arah Samudra Hindia dengan melewati wilayah Indonesia. Sama halnya seperti MJO maupun Kelvin, ketika Gelombang Rossby aktif di wilayah Indonesia maka dapat berkontribusi pada peningkatan pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah indonesia.

Baca Juga :Baca Juga: Prakiraan Cuaca BMKG 14 September 2021, Waspada Jakarta Diguyur Hujan Lebat

Maka akan menyebabkan terbentuknya belokan maupun pertemuan dan perlambatan kecepatan angin (konvergensi) dapat mengakibatkan meningkatnya potensi pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah Indonesia. Suhu muka laut dan anomali suhu muka laut juga terpantau masih hangat di sebagian besar perairan di Indonesia, yang mendukung peningkatan suplai uap air sebagai sumber pembentukan awan-awan hujan. Kondisi tersebut juga didukung oleh masih tingginya kelembaban udara di sebagian besar wilayah di Indonesia hingga seminggu ke depan.

Berdasarkan kondisi tersebut, BMKG memprakirakan bahwa potensi hujan lebat yang dapat disertai kilat/petir/angin kencang dalam periode 13 - 20 September 2021 terdapat di wilayah Provinsi:

Halaman:

Editor: Rudi Prayoga

Sumber: BMKG

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tips Jitu Merawat Anakan Aglonema Agar Cepat Besar

Selasa, 2 Agustus 2022 | 18:04 WIB
X