• Sabtu, 25 Juni 2022

Pemprov Jakarta Putuskan Akan Batasi Pengunjung Tebet Eco Park, Tidak Boleh Bawa Kendaraan Pribadi?

- Kamis, 16 Juni 2022 | 12:41 WIB
Tebet Eco Park. (instagram.com/tebetecopark)
Tebet Eco Park. (instagram.com/tebetecopark)
TIPOLOGI.COM - Tebet Eco Park saat ini sedang dalam pemeliharaan.

Setelah pemeliharaan Tebet Eco Park usai, pemerintah akan batasi pengunjung.

Wakil Gubernur Jakarta sebutkan bahwa jika pemeliraan sudah selesai, masyarakat tidak boleh memarkir mobil di pinggir jalan Tebet Eco Park.

Seperti dikutip dari PikiranRakyat.com berjudul "Pemprov Jakarta Akan Batasi Pengunjung Tebet Eco Park, Warga Dilarang Gunakan Kendaraan Pribadi" pada Rabu, 15 Juni 2022.
 
Baca Juga: Monas Akan Segera Dibuka, Wagub Riza Patria Ungkap Detailnya

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan membatasi pengunjung taman Tebet Eco Park yang saat ini ditutup karena sedang dalam pemeliharaan.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyebutkan nantinya pengunjung akan dibatasi dengan menggunakan aplikasi.

"Mungkin diantaranya nanti kalau masuk kesitu nanti diusulkan melalui aplikasi supaya jumlahnya bisa diatur di kontrol dibatasi," katanya saat ditemui di Balai Kota Jakarta, Rabu 15 Juni 2022.

Ahmad Riza Patria juga menyatakan pihaknya akan mengatur tempat parkir bagi para pengunjung Tebet Eco Park.
 

Tidak hanya itu, pihaknya juga akan menyediakan tempat UMKM di sekitaran Tebet Eco Park. Lebih lanjut, setelah Tebet Eco Park dibuka, Ahmad Riza Patria juga meminta pengunjung tidak menggunakan kendaraan pribadi.

"Tidak boleh lagi parkir di pinggir jalan, jualan di trotoar yang sudah bagus untuk warga jangan dipakai buat parkir atau dipakai buat jualan di situ," ucapnya.

Tebet Eco Park Dikritik Fraksi PDIP

Ketua Fraksi PDIP DPRD Jakarta Gembong Warsono mengkritik penutupan taman Tebet Eco Park setelah sebelumnya ramai terkait dengan adanya parkir liar.
 
Baca Juga: 26 Link Twibbon Hari Donor Darah Sedunia 2022 Gratis, Cocok Dibagikan ke Sosial Media

Gembong menyebut penutupan taman Tebet Eco Park ini membuktikan bahwa pembangunannya dilakukan tanpa ada perencanaan yang baik.

"Karena semua (perencanaan) itu tidak dilakukan maka yang terjadi seperti sekarang hanya mengejar proyek saja," katanya.

Menurut Gembong semua pekerjaan kalau tidak didasari dengan perencanaan yang baik hasilnya tidak akan baik. Hal itu tampak terlihat di taman tebet Eco Park.

Gembong mengatakan penggunaan uang rakyat yang digunakan untuk membangun taman Tebet Eco Park tidak maksimal.
 
Baca Juga: Siap-siap, Kendaraan yang Parkir Liar di Tebet Eco Park Akan Diangkut

Menurutnya, yang terjadi di Tebet Eco Park ini hanya sebagian kecil yang terjadi di Jakarta.

Banyak program Pemprov Jakarta kata dia yang dilakukan tanpa adanya perencanaan yang baik.

"Perencanaan Pemprov Jakarta sangat lemah. Kalau semuanya dilakukan dengan kajian hal seperti itu tidak akan terjadi," tuturnya.***(Amir Faisol/PikiranRakyat.com)
 
 

Editor: Yes Tina

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X