• Rabu, 29 Juni 2022

Dinkes Sebut Anggaran Penanganan Masih Kurang untuk Bantu 29.000 Balita Stunting di Garut

- Kamis, 23 Juni 2022 | 08:34 WIB
Ilustrasi Dinkes Sebut Anggaran Penanganan Masih Kurang untuk Bantu 29.000 Balita Stunting di Garut. (PIXABAY/sl)
Ilustrasi Dinkes Sebut Anggaran Penanganan Masih Kurang untuk Bantu 29.000 Balita Stunting di Garut. (PIXABAY/sl)
TIPOLOGI.COM - Stunting atau kekurangan gizi pada balita masih sering terjadi.

Menurut data terdapat 29.000 balita mengalami stunting di Garut.

Menanggapi hal ini, Dinkes sebut bahwa anggaran penanganan balita stunting masih kurang.

Seperti dikutip dari PikiranRakyat.com berjudul "29.000 Balita di Garut Stunting, Dinkes: Sulit Jika Semua Dana Ditanggung Pemda" pada Rabu, 22 Juni 2022.
 
Baca Juga: Wajib Tahu! Wajib Tahu! Kenali Stunting dan Cara Cegahnya

Tim Percepatan Stunting Kabupaten Garut menemukan sebanyak 29.000 lebih balita di Garut yang mengalami stunting.

Jumlah ini diperkirakan masih akan bertambah mengingat pengukuran dan penimbangan baru dilakukan terhadap 80 persen balita.

Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman, menyebutkan adanya 29.000 balita di Garut yang mengalami stunting berdasarkan laporan Tim Penanganan Stunting Kabupaten Garut hingga Selasa 21 Juni 2022.

Padahal, saat ini, penimbangan dan pengukuran baru dilakukan terhadap 80 persen dari total balita yang ada di Garut.
 
Baca Juga: Wajib Tahu! Kenali Stunting dan Cara untuk Mencegahnya

"Hingga hari ini, baru 80 persen dari total jumlah balita di Garut yang telah menjalani penimbangan dan pengukuran tinggi badan. Jika penimbangan dan pengukuran sudah dilakukan terhadap seluruh anak, mungkin jumlah balita yang stunting bisa bertambah lagi," ujar Helmi, Selasa 21 Juni 2022.

Berdasarkan data dari TPPS Kabupaten Garut, tuturnya, jumlah balita yang sudah ditimbang hingga hari ini sebanyak 172.679 orang atau 80,1 persen dari total sasaran balita yang ditimbang sebanyak 215.615 orang.

Dari angka itu, balita yang mengalami stunting 29.086 orang atau 16,8 persen. Angka tersebut dinilai Helmi cukup tinggi sehingga hal ini harus menjadi perhatian semua pihak untuk penanganannya.

Apalagi anggaran untuk penanganan stunting di Garut ini terbilang besar yakni Rp60 miliar.
 
Baca Juga: Setwapres dan PT. Mayora Gelar Kick Off Program Pencegahan Stunting

Kurang

Sementara itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Garut saat ini baru bisa menyiapkan anggaran Rp3 miliar sehingga kekurangannya masih sangat besar.

Helmi pun mengajak semua pihak untuk ikut berpartisipasi dalam upaya penanganan stunting di Garut termasuk dalam penyediaan makanan tambahan.

Menurut dia, penanganan stunting bukan hanya tanggung jawab pemerintah daerah tapi juga pemerintah desa serta pihak ketiga.

Oleh karenanya, dana desa bisa juga digunakan untuk penyediaan makanan tambahan sebagai upaya penanganan stunting.
 
Baca Juga: Brantas Stunting PT. Mayora dan Setwapres Gelar Kick off Cegah Stunting

"Sulit juga jika semuanya harus ditanggung pemerintah daerah. Saya mengajak pemerintah desa juga menyisihkan anggaran dana desa untuk penanganan stunting ini. Selain itu, kami juga mengajak pihak ketiga dalam hal ini orang-orang mampu untuk bepartisipasi dalam menyelamatkan anak-anak kita dari stunting," katanya.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, Leli Yuliani, menambahkan, anggaran sebesar Rp60 miliar itu memang sangat diperlukan untuk berbagai upaya penanganan stunting.

Yang paling mendesak yakni untuk program penyediaan makanan tambahan (PMT). Dikatakan Leli, anggaran yang ada di dinasnya berasal dari anggaran pokok dinas Rp1,5 miliar dan dari bupati sebesar Rp1,5 miliar.

"Jika hanya mengandalkan dari APBD, tentu sangat berat sehingga kita harus menyiasatinya dengan menggali partisipasi dari pihak swasta. Bantuan pihak swasta bisa dalam bentuk uang maupun makanan tambahan langsung asal sesuai dengan ketentuan, dengan kata lain tidak asal makanan," ungkapnya.
 
Baca Juga: Wabah Penyakit Mulut dan Kelamin Masih Aman di Ciamis, Disnakan Ajukan 100.00 Vaksin PMK Hewan Ternak

Masih menurut Leli, penanganan stunting bukan hanya menjadi tanggung jawab Dinas Kesehatan. Sebab, stunting bisa disebabkan beberapa faktor, diantaranya sanitasi yang kurang baik atau persoalan air bersih.

Hal itulah, tambah Leli, yang menyebabkan anggaran penanganan stunting juga harus ada di beberapa dinas lain seperti PUPR dan Ketahanan Pangan.

Bahkan, ia menilai persoalan stunting sebetulnya harus melibatkan hampir seluruh dinas di Garut, tentunya dilihat dari sisi yang berbeda.

Lebih jauh, ia menyatakan dinas lain bisa sifatnya memberikan dukungan baik dalam hal sarana prasarana maupun yang lainnya.
 
Baca Juga: TNI AL Bantu Ibu Melahirkan di Kapal yang Terobang-ambing di Laut Akibat Mesin Mati

Yang tak kalah pentingnya adalah peranan pihak ketiga atau swasta yang saat ini tengah terus digali partisipasinya agar bisa berkontribusi terhadap upaya penanganan.***(Aep Hendy/PikiranRakyat.com)
 

Editor: Ba Tanti

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X