• Kamis, 6 Oktober 2022

Program Pengadaan Bibit Babi Lawalu NTT Digunakan untuk Rampok Uang Rakyat, Negara Merugi!

- Jumat, 27 Mei 2022 | 22:07 WIB
Ilustrasi babi ( Foto: Pixabay/ Lichtsammler)
Ilustrasi babi ( Foto: Pixabay/ Lichtsammler)



TIPOLOGI.COM - Kasus pencurian uang rakyat kembali terjadi hingga terciduk pemerintah.

Kali ini Program Pengadaan Bibit Babi Lawalu NTT yang digunakan untuk mencuri uang rakyat.

Akibat perilaku kepala desa yang mencuri uang rakyat, negara alami kerugian.

Baca Juga: Prediksi Skor Liverpool vs Real Madrid Liga Champions 2021-2022

Seperti dikutip dari PikiranRakyat.com berjudul "Negara Dilaporkan Merugi, Dugaan Rampok Uang Rakyat Terendus di Program Pengadaan Bibit Babi Lawalu NTT" pada Jumat, 27 Mei 2022.

Negara dikabarkan merugi akibat dugaan kasus pencurian uang rakyat oleh Kepala Desa Lawalu, Malaka Tengah, Provinsi NTT.

Kasus dugaan pencurian uang rakyat ini diidikasikan oleh adanya mark up harga dalam paket program pengadaan bibit babi pedaging.

Ada pun program pengadaan bibit babi itu dilaporkan masuk ke dalam Dana Desa Tahun Anggaran (TA) 2021.

Sementara informasi terkait dugaan pencurian uang rakyat tersebut dibeberkan oleh seorang warga berinisial AD yang mengaku adalah kepercayaan kepala desa setempat.

"Berdasarkan tanda bukti pengeluaran keuangan dana desa Tahun Anggaran (TA) 2021 di Desa Lawalu, terbukti adanya anggaran sebesar 145 jutaan," kata AD.

Kasus ini mulai terendus setelah masyarakat menerima kuitansi dengan nomor:00034/KWT/01.2012.2021.

Dalam kuitansi tertulis harga satu ekor bibit babi yang dibeli dari Peternakan dan Pembibitan Sumber Ternak di Desa Tapenpah-TTU itu Rp2 juta.

"Padahal di Kabupaten Malaka, harga per ekor bibit babi pedaging berkisaran hingga Rp1,5 jutaan," kata AD.

Karena itu, AD mendesak agar pihak berwenang segera memeriksa Kades Lawalu dan menggelar penyelidikan.

"Inspektorat dan Tipikor Polres Malaka, harus segera periksa Kades Lawalu," ucap AD.

Baca Juga: Dituntut 20 Tahun Penjara, Mantan Gubernur Sumatra Selatan Tak Sangka Jaksa Kejam

Sementara, Daniel Kehi selaku Kepala Desa Lawalu, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka-NTT belum berhasil dikonfirmasi.

Berkali dicoba dihubungi via telepon, nomornya sedang berada di luar jangkauan.

Berdasarkan LHP 2018 dan 2019 atau temuan Inspektorat Malaka, Kepala Desa Lawalu diduga lakukan penyelewengan dana desa sebesar Rp106 juta lebih.***(Tim PRMN 02/PikiranRakyat.com)

Editor: Kristiana Sulasono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X